Berita Kampus

Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi pada tahun 2030-2040 (Bappenas, 2017). Pada periode tersebut, jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun) yaitu diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Hal ini akan memberikan peluang positif bagi kemajuan Indonesia bila bonus demografi ini dikelola dengan baik. Pada tahun 2045, di masa 100 tahun kemerdekaan Indonesia diharapkan Indonesia akan mengalami masa keemasan hingga Indonesia bergerak menjadi negara maju.

Agar bonus demografi ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan Indonesia, ketersediaan sumber daya manusia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan. Institusi pendidikan pada umumnya dan pendidikan tinggi khususnya memegang peranan penting dalam mempersiapkan ini. Peserta didik dipastikan harus memiliki kemampuan dan keahlian, serta keunggulan sehingga siap bersaing, berperan dan berkontribusi untuk memajukan dirinya, keluarganya, bangsa dan negara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, upaya perbaikan secara terus-menerus perlu dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Hal ini pula lah yang terus dilakukan oleh IMWI. Dalam pelaksanaannya, selain IMWI mengacu pada pemenuhan hingga pelampauan SNDIKTI, IMWI juga menggali dari sumber-sumber lain, diantaranya best practice (pengalaman terbaik) dari perguruan tinggi yang telah well established (mapan).

Dalam hal ini IMWI menggaet Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) Jakarta untuk berbagi best practice, berbagi pengalaman terbaik selama 37 tahun membangun Prasmul hingga menjadi perguruan tinggi bergengsi dan diminati oleh generasi muda Indonesia saat ini. Hingga kini, Prasmul dianggap sebagai sekolah bisnis terbaik di Indonesia, telah mencetak banyak wirausaha muda dan menghasilkan lulusan-lulusan terbaik yang mengisi posisi penting baik di dalam maupun di luar negeri.

Niat baik ini disambut dengan kunjungan sejumlah puluhan mahasiswa beserta dosen Prasmul ke Kampus IMWI, tepatnya pada Sabtu, 9 Nopember 2019. Mahasiswa keren dari Prasmul ini dengan dibagi ke dalam beberapa kelompok berbagi pengalaman mereka selama menjalani pendidikan di Prasmul kepada para mahasiswa IMWI. Sambil mereka juga mendengar dan menggali feedback dari mahasiswa IMWI hingga dapat memberi masukan berdasarkan keilmuan dan pengalaman mereka akan program kegiatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa supaya menjadi mahasiswa yang efektif dan produktif.

Sedangkan Prof. Sammy Kristamuljana dan bapak Nugroho A. Suryo, Ph. D sebagai sosok yang cukup berperan dalam pengembangan Prasmul terlibat dalam sharing session bersama jajaran pimpinan dan manajemen di IMWI. Prof. Sammy menyampaikan akan pentingnya inovasi. Mahasiswa di perguruan tinggi perlu diajarkan dan dituntut berinovasi.

Inovasi tidak melulu soal kemampuan menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi dapat dilakukan dengan pemberian nilai pada suatu objek yang sudah ada. Dicontohkan, ada sebuah negara dimana sebelumnya di negara tersebut cukup banyak perusahaan penghasil lilin. Namun seiring zaman dengan berpindahnya fungsi penerangan dengan menggunakan listrik, banyak perusahaan yang menutup usaha menghasilkan lilinnya.

Namun apa yang terjadi dalam beberapa tahun ke belakang ini. Industri lilin kembali moncer akan inovasi lilin untuk aromaterapi, gift, moodbooster, dan seterusnya. Lilin beralih fungsi dari sekedar fungsi penerangannya, menjadi lilin dengan banyak fungsi-fungsi yang lain yang pada akhirnya menambah nilai yang berlipat-lipat dari lilin tersebut.

Sedangkan bapak Nugroho, Ph. D menyampaikan akan pentingnya keterlibatan semua pihak di perguruan tinggi (PT) untuk membangun perguruan tingginya sendiri. Hak membangun tersebut tidak hanya dimiliki atau berada di tangan dan pundak pimpinan atau jajaran manajemen PT, namun juga dimiliki oleh mahasiswa, dosen, staf, dan stakeholder lainnya.

Mahasiswa dapat menampilkan karya atau prestasi hingga nantinya dapat mengangkat nama baik kampus. Mahasiswa dapat pula mengajak sanak saudara, kenalan, kerabat, handai taulan, untuk datang berkuliah ke kampusnya hingga semakin banyaklah mahasiswa di kampus tersebut dan semakin besar pula lah kampusnya.

Prasmul yang besar sekarang tentu sama pula dimulai dari Prasmul yang kecil di masa lalu. IMWI bisa berkembang menjadi perguruan tinggi yang besar di masa depan. Fokus menjaga kualitas sangatlah penting. Lulusan yang berkualitas sangat diperlukan untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik.  

Tags: Law, Juggement, lawyer, Cases