Berita Kampus

Sukabumi - Mengawali tahun baru 2020, IMWI bekerjasama dengan FBM Universitas Widyatama kembali mengadakan kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) bagi Pelaku UMKM Sukabumi Raya. Kegiatan kali ini sebagai keberlanjutan kegiatan PkM yang dilakukan di bulan Juli 2019 lalu. Kegiatan ini bertemakan "Evaluasi Kemajuan Usaha Pelaku UMKM Sukabumi Raya", diadakan di Bale Kinasih Selabintana Sukabumi pada hari Kamis, 2 Januari 2020.

Rektor IMWI, Dr. Ryan Kurniawan mengatakan besarnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia. UMKM dinilai tahan terhadap krisis global dan mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil, diantaranya tingginya penyerapan tenaga kerja oleh UMKM.

"UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata. Peran UMKM semakin penting, bahkan telah mampu memberikan pemasukan devisa bagi negara. Saat saya melakukan kunjungan studi ke Osaka - Jepang, mereka meminta produk dari Indonesia. Salah satu yang diminta adalah produk-produk kerajinan, seperti sepatu rajut produksi UMKM," katanya.

Ditambahkan oleh Dekan FBM Universitas Widyatama, Dr. H. Deden Sutisna, akan perlunya pemberdayaan UMKM menjadi lebih baik lagi ke depan. Keberadaan UMKM yang jumlahnya sangat besar dan tersebar di seluruh pelosok negeri, pihak-pihak terkait harus lebih fokus membantu.

"Baru-baru ini saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Di saat saya diberikan kesempatan untuk bertanya, saya menyampaikan perlunya UMKM dibantu untuk bisa masuk ke jaringan ritel modern. Pemenuhan persyaratan seperti tersedianya PIRT, BPOM, dan label halal masih sangat tidak mudah dalam pengurusannya," ceritanya.

"Pihak Kementerian kemudian menyarankan kepada Kami di Universitas Widyatama untuk membentuk Pusat Komunikasi bagi UMKM. Yang kemudian akan bersinergi dengan Kementerian memfasilitasi program bantuan pendampingan bagi UMKM," sambungnya.

Dalam kegiatan ini para Pelaku UMKM yang hadir dibagi ke dalam beberapa kelompok, dengan didampingi oleh dosen IMWI dan Widyatama, serta mahasiswa/i IMWI. Diantara aspek yang dievaluasi adalah manajemen operasi, SDM, keuangan, pemasaran, dan kewirausahaan secara umum.

Kebanyakan usaha yang dijalankan oleh para Pelaku UMKM, yang kebanyakan ibu-ibu, memang berangkat dari hobi dan mengisi waktu luang di rumah. Tetapi kemudian diseriusi melihat minat yang tinggi dari masyarakat.

"Saya pada awalnya karena senang mendandani anak, membuat bando, gelang untuk anak, awalnya untuk dipakai sendiri, tetapi tetangga banyak yang suka. Alhamdulillah sampai dengan sekarang, usaha saya sudah jalan 2 tahun, dan cukup menghasilkan," kata ibu Yuli pemilik usaha aksesoris (bros), Anzaltha Collection.

"Saya biasa menyediakan pesanan kue basah untuk ulang tahun, rapat-rapat, dan katering juga bagi acara-acara yang biasa diadakan di kawasan wisata Arung Jeram, Cikidang," kata ibu Nina pemilik usaha Snack Widi. "Produksi masih oleh saya sendiri dan keluarga. Yang lucu adalah pesanan kue ulang tahun, tiap hari ada aja orang yang ulang tahun, jadi ada terus alhamdulillah," tambahnya.

Beberapa hambatan kemajuan usaha dari para Pelaku UMKM, selain dari permodalan adalah pemasaran, termasuk pula cara pembayaran produk mereka. Ada kesempatan untuk masuk ritel modern, namun persyaratan harus menyiapkan produk dalam jumlah yang besar belum dapat mereka penuhi.

"Sistem konsinyasi ke warung-warung atau toko dengan pembayaran hanya ketika produk sudah terjual menghambat proses produksi kami, karena kami perlu modal untuk belanja. Misal bila warung bersedia membayar 50% di awal akan cukup membantu," kata ibu Mila, pemilik usaha makanan ringan Karmila.

Berbagai cerita lainnya di masing-masing kelompok kemudian dibahas bersama untuk menghasilkan pilihan ide/solusi. Semua yang telah disampaikan kepada para Pelaku UMKM mudah-mudahan dapat memberi dampak positif terhadap kemajuan usaha UMKM.

Kesempatan untuk berkembang memang dimiliki oleh para Pelaku UMKM Sukabumi Raya ini. Kesadaran untuk meningkatkan kualitas produk dan kemasan yang menarik, serta varians produk, telah ada. Ke depan diharapkan lebih banyak lagi kolaborasi antar sektor untuk mendukung perkembangan UMKM, diantaranya akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Tags: Law, Juggement, lawyer, Cases