Berita Mahasiswa

Sukabumi - Menutup tahun 2019, Senat Mahasiswa Kampus Institut Manajemen Wiyata Indonesia (IMWI) menggelar Seminar Motivasi dan Selfpreneur yang diikuti oleh puluhan mahasiswa IMWI di Grand Villa Yustik Salabintana, Sukabumi, Sabtu (28/12/2019).

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini, Pembina Yayasan Wiyata Indonesia, Bapak Bambang Somantri Wijaya dan Ketua Yayasan Wiyata Indonesia, Ibu Mariati Tirta Wiyata. Yayasan Wiyata Indonesia dalam hal ini adalah badan hukum yang menyelenggarakan Institut Manajemen Wiyata Indonesia.

Dalam pemaparannya Ibu Mariati menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk mengelola aktivitas kesehariannya saat ini untuk menggapai kesuksesan di masa depan. Diantara yang harus dibangun adalah citra diri positif, nilai tambah diri, dan sikap tanggung jawab.

"Citra diri mengacu pada cara orang lain memandang diri kita. Apakah kita dipandang sebagai seseorang yang baik, cerdas, ahli, dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan seterusnya. Media sosial sangat berpengaruh terhadap pembangunan citra diri. Jangan jadikan media sosial sebagai lahan 'curhat'. Hindari mengunggah konten di media sosial yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan karir di masa depan," paparnya.

"Selanjutnya penting bagi mahasiswa untuk memberi nilai tambah pada diri. Kita semua tentu suka dengan benda yang memiliki nilai tambah. Kita juga suka kepada layanan yang bernilai tambah. Kita juga sangat suka kepada orang-orang yang memiliki nilai tambah di dalam dirinya. Maka jika kita bisa menjadi pribadi yang mempunyai nilai tambah bagi lingkungan, kita akan disukai oleh banyak orang," tambahnya.

"Dan hanya orang-orang yang memiliki energi positif yang akan mampu memberi nilai tambah bagi dirinya sendiri. Mereka yang suka mengeluh, mau menang sendiri, atau ingin gampangnya saja, tidak akan bisa memberi nilai tambah," lanjutnya.

"Sedangkan untuk melatih sikap tanggung jawab, mahasiswa dapat membiasakan diri dengan bekerja tuntas, bekerja bersungguh-sungguh, bekerja dengan semangat, sampai selesai, tidak setengah-setengah. Seberapa banyak pun pekerjaan kita, harus diselesaikan sampai akhir. Kita pun harus mampu menanggung risiko dari pekerjaan atau tindakan kita, baik oleh tindakan kita pribadi ataupun tindakan yang dilakukan oleh anggota tim di bawah wewenang kita." tutupnya.  

Kemudian Bapak Bambang menambahkan pentingnya mahasiswa untuk ikut membangun kampusnya. Dalam hal ini dapat dimaknai dengan membangun reputasi kampusnya. Mahasiswa dapat memulai dengan terus mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh kampus. Sambil melatih diri untuk siap tampil membawa nama kampus ke ajang-ajang perlombaaan atau kompetisi. "Reputasi kampus dapat tercermin dari peringkat kampus diantara kampus-kampus lain di Indonesia ataupun global. Poin dari kegiatan kemahasiswaan seperti keterlibatan mahasiswa di PKM, PIMNAS, MAWAPRES, dan seterusnya dapat mendongkrak peringkat kampus," katanya.

"Mahasiswa juga harus melatih kreativitas dan inovasi. Terlibat dalam kegiatan penelitian juga dapat meningkatkan dua hal itu. Proses belajar mengajar di kelas akan berjalan menyenangkan bila ada interaksi yang maksimal dari para mahasiswa dengan kolaborasi pembelajaran teori dan temuan penelitian mahasiswa di lapangan," sambungnya.

"Mahasiswa pun harus siap menjadi penerang dunia layaknya matahari yang terang benderang, dengan bahan bakarnya yang tidak pernah habis. Karya-karya yang ia hasilkan memberi manfaat kepada masyarakat. Bila telah meninggal dunia pun, karyanya akan terus dikenang, seakan dia terus hidup, melegenda, sebagaimana contohnya tokoh fisikawan Isaac Newton, sang penemu gaya gravitisi atau Thomas Alva Edison, sang penemu lampu." terangnya.

Tags: Law, Juggement, lawyer, Cases